11.26.2008

Penentuan Kadar Pb (Timbal) dengan Ekstraksi Solven

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam sayuran terdapat vitamin dan mineral yang sangat dibituhkan oleh tubuh.
Senyawa-senyawa tersebut sangat dibutuhkan tubuh karena tubuh kita tidak sanggup memproduksi itu semua, kecuali Vitamin K yang dihasilkan dalam usus besar kita yang dibantu oleh bakteri E. Coli. Tetapi akhir-akhir ini diketahui bahwa bahwa kebanyakan dari sayuran tersebut mengandung pestisida ataupun logam berat.

Logam berat yang ada pada tumbuhan biasanya berasal dari air. Ataupun berasal dari kendaraan bermotor untuk tumbuhan-tumbuhan yang ada dipinggir jalan. Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui kandungan zat-zat tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut (solvent extraction) yang dikombinasikan dengan metode spektrofotometri. Prinsip ekstraksi pada penentuan ini adalah dengan pembentukan kompleks khelat tujuannya adalah agar ion logam dapat larut dalam pelarut organic seperti kloroform. Zat pengkhelat yang digunakan dalam penentuan ini adalah ditizon, merupakan senyawa organic yang dapat larut dalam kloroform tetapi tidaka larut dalam air.

Mula-mula daun yang akan dianalisis dirajang/diiris kecil-kecil, kemudian ditambahkan HNO3 0,1 N yang telah dipanaskan pada suhu 70OC. tujuan dari penambahan itu adalah untuk mendekstruksi atau melarutkan logam timbal menjadi garam nitrat yang sebagian besar larut dalam pelarut air. Setelah itu disaring dan diperoleh larutan jernih, pada filtrate ditambahkan indicator timol biru dan ammonia beberapa tetes sampai warna biru. Setelah itu ditambahkan senyawa ditizon yang telah dilarutkan dalam kloroform. Dan dilakukan ekstraksi. Setelah itu dihitung absorbansinya menggunakan spektrofotometer. Dan dapat diketahui absorbansinya dengan menggunakan kurva kalibrasi larutan Pb 1000ppm dapat diketahui besarnya logam Pb dalam daun.

Metode lain yang yang lebih modern adalah menggunakan AAS….