12.08.2008

Bioetanol sebagai alternatif bensin

Setelah membuat mobil pertama —yang berbahan bakar etanol murni— Henry Ford berkata, ”Etanol adalah bahan bakar masa depan...” Setelah beberapa dekade berlalu, sepertinya ramalan Ford terbukti. Menipisnya cadangan bahan bakar fosil membuat para ilmuwan berusaha untuk mencari sumber energi alternatif yang bisa diperbaharui. Salah satunya adalah dengan menggunakan bioetanol sebagai bahan bakar motor. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang apa itu bioetanol? Mengapa gas emisi bioetanol lebih ramah lingkungan Terakhir, adalah bagaimana proses pembuatannya.

Setelah membuat mobil pertama —yang berbahan bakar etanol murni— Henry Ford berkata, ”Etanol adalah bahan bakar masa depan...” Setelah beberapa dekade berlalu, sepertinya ramalan Ford terbukti. Menipisnya cadangan bahan bakar fosil membuat para ilmuwan berusaha untuk mencari sumber energi alternatif yang bisa diperbaharui. Salah satunya adalah dengan menggunakan bioetanol sebagai bahan bakar motor. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang apa itu bioetanol? Mengapa gas emisi bioetanol lebih ramah lingkungan Terakhir, adalah bagaimana proses pembuatannya.

Bioetanol = Etanol

Sebenarnya bioetanol dan etanol itu tidak ada bedanya. Keduanya adalah zat yang sama. Struktur, sifat kimia, sifat fisika, kereaktifan dan properties lain keduanya sama. Bioetanol = etanol. Tidak ada bedanya (jadi selanjutnya hanya disebut etanol saja).

Saat ini, etanol digunakan dalam beragam industri seperti sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk minuman keras seperti sake atau gin, bahan baku farmasi dan kosmetika, dan campuran bahan bakar kendaraan, peningkat oktan, dan bensin alkohol (gasohol).

Konsumsi Etanol
Sampai saat ini, 63% etanol dikonsumsi untuk bahan bakar, terutama di Brasil, Amerika Utara, Kanada, Uni Eropa, dan Australia. Di Asia, konsumsi terbesar etanol adalah untuk minuman keras. Jepang dan Korea Selatan adalah konsumen etanol terbesar untuk industri ini.

Di Indonesia, produksi etanol pada 2002 mencapai 174 ribu kiloliter. Ada enam produsen terbesar etanol Indonesia: Indo Acidatama (46,2 ribu kl), Indo Lampung Distellery (39,6 ribu kl), Molindo Raya Industrial (39,6 ribu kl), Aneka Kimia Nusantara (14,85 ribu kl), PG Rajawali II (10,5 ribu kl), dan Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara XI (7,2 ribu kl).

Walaupun produksi etanol di Indonesia cukup banyak, etanol di Indonesia belum dikonsumsi sebagai sumber utama bbm. Etanol dikonsumsi sebagai pelarut labolatorium, dan lain-lain seperti sudah disebut sebelumnya.

Mengapa Lebih Ramah Lingkungan?

Penyebab gas emisi etanol lebih ramah lingkungan adalah gugus OH dalam susunan molekulnya. Oksigen yang inheren di dalam molekul etanol tersebut membantu penyempurnaan pembakaran antara campuran udara-bahan bakar di dalam silinder. Ditambah dengan rentang keterbakaran (flammability) yang lebar, yakni 4.3 - 19 vol% (dibandingkan dengan gasoline yang memiliki rentang keterbakaran 1.4 - 7.6 vol%), pembakaran campuran udara-bahan bakar etanol menjadi lebih baik -ini dipercaya sebagai faktor penyebab relatif rendahnya emisi CO dibandingkan dengan pembakaran udara-gasolin, yakni sekitar 4%.





Kelebihan lainnya

Kelebihan lainnya jika etanol dikonsumsi sebagai baan bakar adalah sebagai berikut:

1. Bisa diperbarui . Biasanya etanol diproduksi dari tebu, jagung, sorgum, singkong dan tanaman sejenis—bukan dari minyak bumi. Sebab, tanaman-tanaman tersebut dapat diperbaharui, kita tidak perlu khawatir kehabisan etanol.
2. Kandungan energinya lebih tinggi. Etanol memiliki panas penguapan (heat of vaporization) yang tinggi, yakni 842 kJ/kg. Etanol juga memiliki angka research octane 108.6 dan motor oktane 89.7. Angka tersebut (terutama research octane) melampaui nilai maksimal yang mungkin dicapai oleh gasolin yang sudah ditambahkan aditif tertentu pada gasolin (bensin yang dijual Pertamina memiliki angka research octane 88).
3. Penggunaannya tidak rumit. Etanol yang biasa diproduksi bisa dicampur dengan bensin dan digunakan tanpa memerlukan modifikasi mesin.
4. Meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab bahan baku produksi etanol itu rata-rata tanaman hasil tani, maka penggunaan etanol sebagai bbm bisa menguntungkan petani. Soalnya permintaan tanaman bahan baku etanol meningkat.

Proses Pembuatan Etanol

Proses pembuatan bioetanol adalah sebagai berikut. Awalnya singkong diparut menjadi bubur. Kemudian bubur tersebut melalui proses hidrolisis. Cairan gula hasil hidrolisis itu lalu dimasukkan ke tangki fermentasi yang dilengkapi pendingin dan dicampur biakan mikroba Saccharomyces cereviceae secara aerob. Hasil fermentasi itu adalah etanol berkadar 8-11 persen. Proses selanjutnya adalah distilasi untuk mendapatkan etanol 95-96 persen. Etanol ini harus melalui proses dehidrasi untuk mengurangi kadar airnya yang 4-5 persen. Hasil akhir adalah bioetanol berkadar 99 persen.

Kira-kira- itulah penjelasan singkat tentang mengapa etano bisa lebih ramah lingkungan dan proses pembuatannya. Diharapkan informasi tersebut bisa bermanfaat untuk teman-teman semua.