12.08.2008

Kopi Tak Selamanya Tak Sehat

LONDON--MIOL: Kopi kemungkinan besar dapat memberikan sumbangsihnya bagi kesehatan lebih besar dari pada mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, demikian menurut hasil penelitian ilmiah oleh para pakar Amerika Serikat (AS).

Para ilmuwan menghitung jumlah kandungan anti-oksidan (zat anti unsur radikal bebas red) pada lebih dari 100 jenis makanan termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, kacang, aneka bumbu, minyak dan minuman.

Hasil penemuan tersebut kemudian dikombinasi dengan data yang ada di Departemen Pertanian AS dan sumbangan dari setiap jenis bagi pola makan rata-rata di Amerika.

Kopi terbukti merupakan sumber anti-oksidan terbesar dari setiap kali dan tingkat konsumsi.

Setelah kopi urutan berikut adalah teh hitam, pisang, kacang-kacangan kering, dan jagung.

Rakyat Amerika memperoleh sumber anti-oksidan dari konsumsi kopi dibandingkan dari jenis makanan atau minuman lainnya dan sejauh ini tak ada jenis makanan atau minuman yang menyamai kopi," kata kepala tim peneliti Professor Joe Vison dari Scranton University di Pensylvania.
Baik kopi berkafein atau bebas kafein keduanya memberikan sumbangan anti-oksidan sama tingkatnya.
Sementara itu di Inggris konsumsi kopi lebih rendah dibanding dengan Amerika Serikat, tercatat hanya 47 persen orang Inggris yang secara teratur meminum kopi instan atau kopi bubuk, demikian menurut badan pengamat pasar Mintel.
Anti-oksidan membantu tubuh membuang zat-zat radikal berbahaya bagi tubuh, molekul perusak yang merusak sel-sel serta DNA (cetak biru dari sel terkecil mahluk hidup).

Zat anti unsur radikal bebas ini berkaitan dengan sejumlah keuntungan dan manfaat bagi kesehatan termasuk melindungi seseorang dari terkena penyakit kanker atau jantung.

Hasil penelitian tersebut memperlihatkan kopi dapat mengurangi risiko terkena kanker hati dan usus, diabetes type II serta terkena penyakit Parkinson.
Namun Vinson menyarankan agar konsumsi kopi tetap pada tingkat sedang yaitu satu atau dua cangkir setiap harinya. Tetapi, menurutnya lagi, penting pula untuk tetap memperhatikan manfaat buah-buahan segar serta sayuran segar.

"Sayangnya konsumen memanfaatkan sayuran dan buah-buahan segar dalam jumlah kurang, yang jauh lebih baik bagi kesehatan dibandingkan dengan jenis makanan lainnya dilihat dari sisi nilai gizi dengan kandungan vitamin, mineral dan serat," kata Vinson pada saat menyampaikan hasil penelitiannya pada pertemuan tahunan persatuan ahli kimia Amerika (Serikat) di Washington DC.

Hasil penelitian itu memperlihatkan pula bahwa dibandingkan dengan bahan makanan lainnya, "kurma" juga memiliki kandungan anti oksidan paling tinggi.

Namun karena rakyat Amerika mengkonsumsi kurma dalam jumlah yang sangat sedikit maka sumbangannya bagi standar kesehatan rakyat AS tidak begitu besar.

Buah Kranberi dan anggur merah juga memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi.

Jurubicara dari Perkumpulan peminum kopi Inggris mengatakan: "Hasil penelitian itu telah mempertegas kenyataan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah yang sedang, sekitar empat sampai lima cangkir setiap harinya tidak hanya aman, tetapi juga memberikan manfaat yang banyak bagi kesehatan. (Ant/OL-1)